fbpx
Breaking News

PENIPU YANG TERTIPU

Kemana wajah kau hadapkan…?
Dimanakah kakimu kau pijakkan…?
Kepada siapa hatimu kau tambatkan…?
Untuk apa fikiranmu kau curahkan…?
Kepada Allah atau kepada syetan…?
Untuk Al Haq atau kebathilan….?
Dan ini tidak hanya cukup jawaban lisan
yang diperlukan bukti kesungguhan
dalam keyakinan serta perbuatan….
Sahabat…
Mari sejenak melihat diri, meneliti ke dalam hati semoga ketika menemukan setitik kesalahan segera bisa dibenahi. Agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, sebenarnya hidup kita untuk siapa? Sudah sesuaikah antara uapan lisan dan actualisasi dalam kehidupannya? Atau malah sebaliknya, perbuatan kita mendustakan apa yang dilisankan. Rasanya bukan pertanyaan yang sulit ketika hanya butuh jawaban lisan atau sekedar tuliasan di atas kertas, namun tentu akan butuh perenungan yang lebih dalam ketika yang diperlukan adalah jawaban dalam wujud perbuatan nyata.
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (Q.S. Al Baqarah:8-9)
Sahabat…
Betapa banyak manusia yang berusaha menipu Allah dan juga orang beriman, dengan menyatakan keimanannya, bahkan tertera dalam KTPnya sebagai seorang muslim kalau perlu sudah haji berulang kali namun ternyata dalam realita kehidupan nyata begitu jauh dari gambaran keimanan yang dideskripsikan Allah ‘Azza wa Jalla serta Rasulullah shalallahu’alaihi wa salam. Bukan suatu yang asing bagi kita kalau tanda kemunafikan ada 3, jika berkata dusta, dipercaya berkhianat dan jika berjanji mengingkari. Dan sebenarnya tidak ada kedustaan yang lebih besar dari pada dustanya seseorang terhadap Allah, tiada pengkhianatan yang lebih besar daripada mengkhianati Allah dan tiada pengingkaran janji yang lebih besar dari pengingkaran janji seseorang terhadap Allah ‘Azza wa Jalla….na’udzubillah…. betapa tidak…seseorang mengaku beriman kepada Allah tapi ternyata lebih memilih thagut dan bala tentaranya, diberi amanah oleh Allah untuk mengikuti petunjuk-Nya serta menjalankan syari’atnya ternyata memilih syari’at thaghut dengan sepenuh hati, berjanji kepada Allah dalam kalimat syahadatnya namun pada praktiknya ia meninggalkan perintah Allah dan Rasul-Nya kecuali yang sesuai dengan hawa nafsunya saja, bahkan dengan sekuat tenaga berusaha menghalangi manusia yang hendak menjalankan syari’at yang diturunkan-Nya…..mereka berusaha menipu Allah namun sebenarnya merekalah yang tertipu oleh syetan dan penyesalan itu datangnya belakangan….merekalah para penipu yang tertipu…..
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (Q.S. An Nisaa’:60-61)
Sahabat…
Mari bersama kita meneliti hati kita masing-masing, merenungi perjalanan hidup yang telah kita lalui, agar bisa segera memperbaiki ketika menemukan kemunafikan dalam diri. Jangalah ta’jub dengan diri karena ilmu yang dikuasai, karena Abu Bakar ash Shidiq dan Umar ibnul khaththab radhiallahu’anhuma saja begitu khawatir kalau-kalau kemunafikan menjangkiti hati beliau berdua. Rasanya sangat ironi ketika kemudian kita merasa aman dan terbebas dari penyakit yang satu ini. Kita semua berlindung kepada Allah dari sifat ini, semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa membimbing kita semua dan berkenan melimpahkan cahaya petunjuk kepada hati kita sehingga kita bisa meneruskan langkah kehidupan kepada kabenaran dan keridhaan-Nya.
Aamiin.
Sumber : arsadachannel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *