fbpx
Breaking News

KARASTERISTIK MEREKA YANG DICINTAI ALLAH

31 Mereka Yang Mencintai Sahabat Nabi Dari al Barra’ bin ‘Azib, bahwa Nabi bersabda tentang sahabat Anshar,

لَا يُحِبُّهُمْ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَلَا يُبْغِضُهُمْ

إِلَّا مُنَافِقٌ فَمَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُ اللهُ
وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللهُ

“Tidak ada yang mencintai mereka (para sahabat Nabi) kecuali orang Mukmin, dan tidak ada yang membenci mereka kecuali orang Munafik. Maka bangsiapa mencintai mereka niszaya Allah akan mencintainya, dan barangsiapa yang membenci mereka niscaya Allah akan membencinya.” (Muttafaqun ‘Alaih).
Mencintai sahabat Nabi adalah wajib hukumnya berdasarkan Al Quran dan As Sunnah.
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (para sahabat Nabi), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An Nisa: 115).

Dalam sebuh hadits, Nabi juga pernah bersabda bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan, seluruhnya akan masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan, dan mereka yang selamat itu adalah:

مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي

“Mereka yang (pemahaman keislamannya) seperti aku dan sahabatku pada hari ini.”

Karenanya Imam adz- Dzahabi mendefinisikan “sahabat Nabi” adalah siapa saja yang bertemu dengan Rasulullah Muhammad dan wafatnya dalam kondisi beriman.”

Para sahabat, baik muhajirin dan Anshar adalah generasi terbaik yang Allah hadirkan untuk umat ini. Mereka adalah orang-orang yang menyaksian diturunkannya Al-Quran, dan karenanya mereka adalah yang paling memahami Kitabullah dan As-Sunnah. Selain itu, mereka juga telah mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela Nabi, demi tegaknya kalimatullah fil ardhi.

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Wajib bagi setiap Muslim untuk meneladani Rasulullah dan para sahabatnya. Sebesar apapun infak seseorang, tidaklah akan bisa menyaingi kebaikkan para sahabat, sebab melalui merekalah Islam bisa sampai kepada kita.”

Beliau juga menambahkan, “Para sahabat Nabi bukanlah orang-orang yang ma’shum terbebas dari dosa dan khilaf, namun sesungguhnya kebaikkan yang telah mereka lakukan adalah ibarat air di lautan, sehingga tidak boleh seseorang menghina mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh Rafidhah (syi’ah).

Dengan demikian, alangkah baiknya apabila setiap orang tua mengenalkan kepada anak-anaknya biografi para sahabat, sehingg akan terbentuk di dalam diri mereka karakter yang mulia seperti: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abu Ubaidah, Khalid bin Walid, Sa’ad bin Abi Waqas, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *